Sabtu, 10 Oktober 2015

Pasar Ranjang



Pada saat jam kerja kantor baru mulai, seorang kepala bagian menanyakan suatu hal pada bawahannya, si Budi.
Atasan: "Bagaimana pantauan kamu di pasar ranjang tentang sirkulasi kemarin?"
Budi: "Oh, harga pisang tetap diatas dua telur, hanya saja harga kacang terjepit oleh harga martabak yang terlipat. Itulah yang kami dapat kami laporkan, mungkin besok akan berganti dengan pisang bentrok dengan pisang, Pak, karena situasi menjelang pemilu moral yang makin kritis."

Jumat, 09 Oktober 2015

Banyuwangi



Suatu hari, seorang ibu mengantar anaknya bernama Budi yang baru berusia 7 tahun, naik bis jurusan Surabaya-Denpasar.
Ibu: ”Pak, titip anak saya ya? Nanti kalo sampe di Banyuwangi, tolong kasih tau anak saya.”
Sepanjang perjalanan, si Budi cerewet sekali.
Sebentar-sebentar ia bertanya pada penumpang,
Budi: ”Udah sampe Banyuwangi belom?”
Hari mulai malam dan anak itu masih terus bertanya-tanya.
Penumpang yang satu menjawab: "Belom, nanti kalo sampe dibangunin deh! Tidur aja!"
Tapi si anak tidak mau diam, dia maju ke depan dan bertanya pada supir untuk kesekian kalinya,”
Budi: "Pak, sudah sampe Banyuwangi belom?”
Pak Supir yang sudah lelah dengan pertanyaan itu menjawab,” Belom! Tidur aja deh! Nanti kalo sampe Banyuwangi pasti dibangunin!”
Kali ini, si anak tidak bertanya lagi, ia tertidur pulas sekali. Karena suara si anak tidak terdengar lagi, semua orang di dalam bis lupa pada si anak, sehingga ketika melewati Banyuwangi, tidak ada yang membangunkannya.
Bahkan sampai menyeberangi selat Bali dan sudah mendarat di Ketapang, Bali, si anak tertidur dan tidak bangun-bangun.
Tersadarlah si supir bahwa ia lupa membangunkan si anak.
Lalu ia bertanya pada para penumpang,” Bapak-ibu, gimana nih, kita anter balik gak anak ini?”
Para penumpang pun merasa bersalah karena ikut melupakan si anak dan setuju mengantar si anak kembali ke Banyuwangi.
Maka kembalilah rombongan bis itu menyeberangi Selat Bali dan mengantar si anak ke Banyuwangi.
Sesampai di Banyuwangi, si anak dibangunkan. “Nak! Udah sampe Banyuwangi! Ayo bangun!” Kata si supir.
Si anak bangun dan berkata, "Oh sudah sampe yah" Lalu membuka tasnya dan mengeluarkan kotak makanannya.
Seluruh penumpang bingung.
Supir: “Bukannya kamu mau turun di Banyuwangi?” Tanya si supir kebingungan.
Budi: “Nggak, saya ini mau ke Denpasar ngunjungin nenek."
Budi: "Kata mama, kalo udah sampe Banyuwangi, saya boleh makan nasi kotaknya!”.

Kamis, 08 Oktober 2015

Gadis SMA Hamil



Ada seorang gadis yang masih duduk di bangku sekolah SMA menjalin cinta dengan seorang pemuda tampan dan ganteng, pemuda ini bekerja di sebuah percetakan buku, majalah, koran, si Budi namanya.
Setelah satu tahun mereka menjalin hubungan, tiba-tiba saja si gadis ini hamil. Spontan Pak Jono dan keluarga si gadis ini berang dan marah melihat kelakuan anak gadisnya.
Pak Jono: "Siapa yang menghamili kamu?"
Gadis: "Pacar saya pak, yang bekerja di sebuah percetakan."
Pak Jono: "Sekarang telepon dia, Ayah ingin bicara dengan dia!"
Setelah ditelepon oleh si Gadis, datang si Budi ke rumah pacarnya,
Pak Jono: "Duduk, siapa namamu dan apa pekerjaanmu?"
Budi: "Nama saya Budi, pak! pekerjaaan saya di percetakan."
Pak Jono: "Kamu tahu sekarang anak saya hamil, saya ingin minta pertanggung jawaban kamu!"
Budi: "Aduh, maaf pak? Bapak kan sudah tahu saya ini bekerja di percetakan, setiap ada yang saya cetak itu bukan tanggung jawab saya, kan sudah ditulis baik dibuku, koran, majalah"
"ISI DILUAR TANGGUNG JAWAB PERCETAKAN'"

Rabu, 07 Oktober 2015

Beli BBM



Dalam situasi ekonomi dan politik di negeri kita yang carut marut ini, kita mesti pandai berhemat, terutama dalam menghadapi kian melambungnya harga BBM dan langkanya minyak, solar di SPBU-SPBU. Berikut racikan beberapa tips menghemat BBM dari seorang teman. Semoga berkenan.
Perkecil ukuran Tanki Kendaraan anda hingga seperempatnya. Anda pasti akan berpikir dua kali kalau mau pergi jauh.
Perbaiki kondisi jalanan dari rumah ke kantor anda. Biaya perbaikan jalan memang mahal, yang penting kan irit BBM.
Hindarilah macet dengan berangkat lebih pagi, misalnya jam tiga pagi, dan pulang lebih malam, kalau perlu sesekali ajak anak isteri menginap di kantor.
Lepaskan Kabel Accu selama lima menit kemudian pasang lagi. Tunggu beberapa saat, lantas pasang lagi. Begitu seterusnya, jangan berhenti.
Mainkan pedal gas, kopling dan rem sehalus mungkin. Lakukan terus secara bergantian. Dijamin irit BBM, asalkan mobil nggak distarter.
Jangan cari rumah yang dekat kantor. Mahal! Mendingan cari kantor yang dekat rumah, misalnya Kantor Kelurahan atau Kantor Polisi.
Contohlah Angkot atau Bis Kota yang mampu mengoptimalkan jumlah penumpang sebanyak mungkin. Kalau ngantor bawa mobil ajaklah anak isteri, adik, kakak, om, tante, teteh, aa, kakek, nenek dan juga tetangga se-RT.
Pakailah kendaraan alternatif, misalnya Gantole. Disamping hemat BBM, Gantole adalah kendaraan bebas macet.
Tabrakin saja mobil anda ke pohon, terus minta diderek ke kantor. Mobil anda memang penyok, tapi yang penting khan bensin di mobil masih utuh.
Carilah Pom Bensin yang lagi gelar Discount atau Sale. Dijamin nggak bakalan nemuin, lagian bensin anda keburu habis.
Belilah BBM dengan Mata Uang Dollar. Bayangkan anda sedang berada di Amrik, pasti rasanya murah.
Gantilah bensin dengan Minyak Tanah atau Minyak Tawon. BBM anda akan tetap awet, karena anda nggak kemana-mana.
Taruh mobil anda di jalanan tanpa dikunci. Anda nggak perlu repot-repot mikirin BBM lagi.

Senin, 05 Oktober 2015

Menikmati Seks

Seorang pria dan seorang wanita sedang minum-minum ketika mereka masuk ke sebuah argumen tentang siapa yang menikmati s3ks lebih banyak.

Pria itu berkata, "Pria jelas menikmati s3ks lebih dari wanita. Tidakkah Anda berpikir pria begitu terobsesi untuk dapat t1dur bersama wanita?"

"Itu tidak membuktikan apa-apa," balas wanita itu. "Pikirkan tentang hal ini: ketika telinga Anda gatal dan Anda meletakkan jari Anda di dalamnya dan mengg0yangkannya, kemudian menariknya keluar, mana yang merasa nikmat? Telinga atau jari Anda?"

Sabtu, 03 Oktober 2015

Mencet Bel



Ketika mau berangkat ceramah RAMADHAN, seorang Ustadz melewati sebuah rumah. Sang Ustadz melihat anak kecil sedang berjingkat-jingkat hendak memencet bel.
Merasa kasihan dan ingin menolong seperti yang sering diajarkan tentang tolong-menolong, Pak Ustadz pun segera membantu anak kecil menekan tombol bel.
"Terima kasih, Ustadz." ucap anak kecil, "Sekarang cepat lari, Ustadz. Sebelum yang punya rumah keluar."
"Astaghfirullah, aku dikerjain anak kecil..." kata Pak Ustadz.

Jumat, 02 Oktober 2015

Siapa Yang Tidak Waras?



Suatu hari Poltak dan Budi sedang ngobrol di kantor mengenai tetangga yang baru pindah di samping rumah Budi
Budi: "Tetanggaku yang baru pindah, tengah malam kemarin menggedor-gedor pintu depan rumahku beberapa kali"
Poltak: "Kemudian apa yang kamu lakukan?"
Budi: "Aku tak ambil pusing alias cuek saja, aku anggap dia itu orang yang tidak waras, jadi aku tetap asyik meneruskan latihan meniup terompetku hingga selesai.."